Menjaga Imunitas Anak Pada Sekolah Tatap Muka Bersama Interlac + Vit D3
Nggak pernah nyangka bisa melewati
pandemi yang bikin rencana banyak mengalami penyesuaian. Termasuk akhirnya
menunda sekolah Luigi pada usia 4 tahun, sehingga umur 5 tahun baru masuk TK A.
Keputusan menunda sekolah formal akhirnya saya syukuri karena bisa ngajarin
membaca dan mengaji sendiri.
Hingga masuk TK-A ternyata masih
pandemi, yaudah tetap didaftarkan namun sekolah dari rumah. Melewati zoom
meeting setiap Senin-Jumat ternyata asik juga. Karena seragam bisa dipakai
berkali-kali haha.
Selain itu yang menyenangkan ketika sekolah
offline adalah Luigi insyaAllah selalu sehat. Nggak ada pertemuan
virus antar teman-temannya. Emang paling sebel ya kalau ada anak sakit, sama
orangtuanya tetep dianterin sekolah.
Tahu nggak, selama semester 2 di
jenjang TK-A, dia absen sakit 23 hari loh. Paling banyak karena batuk
pilek dan terakhir yang paling lama adalah patah tulang. Makanya aku seneng
ketika sekarang ada aturan sekolah yang mengatakan bahwa anak batuk pilek harus
istirahat di rumah sampai benar-benar sembuh. Mantap.
Dengan pengalaman ini, pada back
to school jenjang TK-B minggu depan, aku kudu siapin amunisi. Tahun
ajaran baru yang pembelajaran tatap muka 100% aku fokus jaga daya
tahan tubuh anak. Dengan kesehatan yang prima, harapannya Luigi bisa
menyerap pembelajaran sekolah tatap muka dengan maksimal.
![]() |
| cover dibuat dari canva |
Cara
Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak Pada Masa Sekolah
Memastikan
Keluarga di Rumah Sudah Vaksin Covid-19
Sempet parno ketika harus PTM 100%, apalagi
kondisi saat ini ada varian virus Covid-19 baru mulai bergentayangan. Hiks.
Makanya untuk melindungi semua orang termasuk, semua anggota keluarga di rumah
wajib sudah vaksin Covid-19 sampai booster.
Memberi
Nutrisi yang Seimbang
Nutrisi seimbang penting perannya karena anak-anak telah kembali bersekolah.
Karena siswa TK-B kayak Luigi butuh energi yang cukup untuk menggerakkan tubuh
dan menyerap ilmu dari gurunya.
Memastikan
Jadwal Vaksin Anak
Cek imunisasi lengkap di buku Kesehatan
Ibu dan Anak (KIA). Untuk saat ini saya sudah berniat mengikutkan vaksin
anak khususnya vaksin flu dan PCV. Alasan vaksin flu dan PCV karena
rekomendasi IDAI selama pandemi.
Covid-19 gejalanya mirip penyakit flu
yakni batuk dan pilek. Sementara PCV untuk mencegah pheumonia atau radang
paru-paru. Kena pheumoni disaat pandemi bikin parno karena dapat menyebabkan
perburukan.
Mendapatkan
Sinar Matahari yang Cukup
Sinar matahari menghasilkan sinar
ultraviolet yang menyentuh permukaan kulit dan diubah oleh tubuh menjadi
vitamin D. Menurut laman alodokter dijelaskan bahwa vitamin D dibutuhkan tubuh
untuk menjalankan fungsi metabolisme kaldium, mentransmisi kerja otot dengan
saraf serta untuk imunitas tubuh.
Cuaca di Kabupaten Gresik tidak
menentu. Kadang pagi hujan deras, siang panas banget. Akhirnya nggak maksimal
berjemur untuk mendapat manfaat sinar matahari. Padahal selain untuk imunitas
tubuh, Luigi sangat membutuhkan vitamin D karena masih dalam masa penyembuhan
patah tulang kaki.
Hingga saya membaca aplikasi Tentang
Anak yang menjabarkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan
suplementasi vitamin D tanpa memandang jenis makanannya. Artinya anak-anak
tetap membutuhkan vitamin D dalam bentuk suplemen.
Menjaga Kesehatan Saluran Cerna
Tahu nggak sih dimana sistem imun kita? Ternyata 80% dari sistem
imun kita berada di saluran cerna. Oleh sebab itu, para ahli medis sepakat
bahwa kesehatan saluran cerna yang baik adalah cerminan dari kesehatan tubuh
secara umum.
Pentingnya
Pencernaan yang Sehat
Saluran pencernaan terbentang dari mulut sampai anus dengan
fungsi yang berkaitan. Ketika makanan di dorong di usus halus, makanan dicerna juga
diserap sebagai zat nutrisi yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan
anak.
Saluran cerna terdiri dari jaringan limfoid dan sebagian
besar selnya menghasilkan antibodi. Jaringan limfoid terbesar didalam tubuh
manusia. Oleh karena itu, saluran cerna sangat berperan dalam mekanisme
pertahanan tubuh (sistem imun) secara keseluruhan.
Karena saluran pencernaan adalah organ imunitas terbesar
dan memiliki fungsi yang penting salah satunya mengolah nutrisi, maka penting
bagi kita menjadi saluran cerna anak agar selalu sehat.
Sementara menurut IDAI gangguan pencernaan pada
anak sering dikeluhkan orangtua bila berkunjung ke dokter. Diantaranya diare,
konstipasi, gumoh dan kolik.
Diare adalah kondisi dimana frekuensi
buang air besar (BAB) meningkat dibanding biasanya dan feses lebih lunak dan
cair. Sedangkan konstipasi lebih familiar disebut sembelit, dimana
frekuensi BAB berkurang daripada biasanya dan feses lebih keras dan besar.
Masalah pencernaan pada anak lainnya
adalah gumoh dan kolik. Gumoh adalah muntah ringan pada bayi yang mengeluarkan
sedikit isi lambung. Sedangkan kolik adalah ketika bayi menangis terus menerus
secara berlebihan, setidaknya 3 jam/ hari atau 3 hari/minggu tanpa sebab yang
jelas.
Dari aplikasi Tentang Anak dijelaskan
studi menunjukkan durasi tangisan anak akibat kolik dapat berkurang signifikan
dengan pemberian probiotik.
Solusi
Mengatasi Masalah Pencernaan Pada Anak
Menurut laman IDAI, mikroflora yang stabil dan seimbang
merupakan pertanda keadaan saluran cerna yang sehat. Berbagai laporan
memperlihatkan bahwa saluran cerna yang sehat mempunyai dampak positif pada
tumbuh kembang anak dan kesehatan anak pada umumnya.
Mikroflora di dalam saluran cerna dapat berupa
(1) bakteri yang menguntungkan (misalnya
Bifidobacteria, Lactobacillus, Eurobacteria),
(2) bakteri yang merugikan (misalnya P. aeruginosa,
Proteus, Staphylococcus, Clostridia, Veillonella.)
(3) bakteri yang mempunyai sifat keduanya (misalnya
Bacteroides, Enterococcus, E. coli, Streptococcus)
Seperti penjelasan di atas bahwa bakteri di dalam
saluran cerna sangat berhubungan dengan kesehatan manusia. Keberadaan
bakteri atau mikroorganisme dalam saluran cerna penting untuk proses
perkembangan sistem imun saluran cerna manusia. Bakteri-bakteri tersebut
selalu saling berkompetisi, sehingga komposisi mikroflora saluran cerna
bervariasi.
Sehingga Mams, sangat penting bagi kita untuk menjaga
kesehatan saluran cerna anak. Dengan mempertahankan keseimbangan
mikroflora saluran cerna yang didominasi oleh bakteri menguntungkan, dan
dapat menekan pertumbuhan bakteri merugikan.
Bakteri baik ini disebut probiotik. Probiotik
dapat diperoleh melalui makanan atau minuman yang difermentasi seperti tempe
dan tahu. Namun namanya anak-anak kadang Luigi makannya sedikit, yang membuat saya
nggak yakin kebutuhan probiotik cukup atau nggak. Sehingga saya butuh probiotik
dalam bentuk selain makanan.
Interlac
+ Vit D3 – Kombinasi Suplemen Bakteri Baik (Probiotik) dan Vitamin D
Akhirnya saya menemukan suplemen
bakteri baik dan vitamin D dalam satu tablet. Dialah Interlac + Vit D3 yang
mengandung Lactobacillus reuteri DSM 17938 dan vitamin D3 400 IU. Kegunaannya
sebagai suplemen untuk bantu memelihara kesehatan saluran cerna.
Uniknya karena ini kombinasi probiotik
dan vitamin D bisa meningkatkan penyerapan vitamin D lebih baik dibandingkan
cuma mengkonsumsi vitamin D aja. Selain itu bisa mengurangi kambuhnya alergi
seperti asma, dermatitis atopic dan mencegah infeksi bakteri dan usus. Dapat
juga menjaga kesehatan saluran cerna dari diare sembelit, kembung dan begah.
Vitamin D3 nya bermanfaat untuk
mengatur kadar insulin dan gula darah. Juga menjaga kesehatan tulang, jantung
dan pembuluh darah.
Karena membuat saluran cerna sehat
tentu saja Interlac + Vit D3 meningkatkan daya tahan tubuh. Oia, Interlac + Vit
D3 juga baik untuk ibu hamil demi pertumbuhan bayi selama 1000 hari pertama
kehidupan.
Bentuknya tablet, jadi ini Interlac +
Vit D3 benar-bener suplemen praktis. Aturan minumnya 1 tablet 1 kali sehari
atau sesuai anjuran dokter. Karena tablet kunyah pasti disukai anak-anak. Luigi
aja anggap Interlac + Vit D3 seperti mengkonsumsi permen karena rasa jeruk.
Malah mau nambah lagi, waduh :D
Interlac + Vit D3 nggak hanya cocok
untuk anak usia 2-18 tahun, namun bisa dikonsumsi oleh orang dewasa bahkan ibu
hamil.
Wah sekarang aku nggak bingung lagi
menyambut tahun ajaran baru. Karena udah berikhtiar menjaga saluran cerna Luigi
sehat agar ia kuat dan semangat sekolah.
Yuk Mama, kita jaga kesehatan saluran
cerna anggota keluarga, dengan menyediakan Interlac + Vit D3 yang terbukti aman
untuk seluruh anggota keluarga khususnya anak-anak.
Untuk mengetahui info Interlac lebih lanjut bisa intip di
Instagram : https://www.instagram.com/interlacprobiotics/
Untuk mendapatkan Interlac + Vit D3 dapat dibeli
di
Shopee : https://shopee.co.id/interbathealth
Tokopedia : https://www.tokopedia.com/interbatstore
Belanja di Interbat Store online pasti
terjamin keasliannya karena ternyata produk Interlac + Vit D3 marak di
palsukan. Atau Mama bisa menemukan Interlac + Vit D3 di apotek atau babyshop
kepercayaan Mama ya :)
Septi suka makan apukat
Enak dikunyah gigi
Yuk jaga saluran cerna sehat
Agar Lui nggak bolos sekolah lagi
Mama juga punya pengalaman menjaga daya
tahan tubuh anak pada masa sekolah? Share yuk di kolom komentar.
Referensi
:
https://www.alodokter.com/manfaatkan-berjemur-sinar-matahari-pagi-demi-kesehatan-kulit
https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-
https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/masalah-saluran-cerna-anak-penyebab-dan-mengatasinya
https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/peran-mikroflora-saluran-cerna-pada-kesehatan-anak





Komentar
Posting Komentar