Masalah listrik sepertinya menjadi prioritas paling atas dalam anggaran rumah tangga. Nggak bisa dipungkiri bahwa jika dilihat dengan detail, hampir semua perangkat elektronik yang dipakai di rumah bergantung 100% pada penggunaan listrik. Mulai menghidupkan penyejuk ruangan (AC) hampir 24 jam, TV, lemari es, penanak nasi, akuarium, laptop, telepon seluler, lampu semua ruangan, belum lagi setrika dan kebutuhan bebikinan kue menjelang lebaran yang menggunakan alat pemanggang listrik. Apalagi sejak pandemi semua kegiatan dilakukan di rumah. Melihat tarif dasar listrik (TDL) yang makin naik, keluarga kami bener-bener berusaha menghemat penggunaan listrik. Jika nggak diperhatikan, anggaran listrik bakalan menguras dompet, hiks. Rasanya setiap keluarga pasti tergantung pada listrik dan merasa dunia sejenak berhenti ketika listrik PLN padam apalagi jika tanpa pemberitahuan. Apalagi emak-emak seperti saya yang nyuci baju aja juga bergantung pada listrik. Hiks sumber ...
Komentar
Posting Komentar